ANALISIS GAYA PENCERITAAN DALAM NOVEL

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah

Sastra sebagai gambaran dunia (dalam kata) dapat mengungkapkan rahasia terhadap dunia manusia dan dapat memberikan pengalaman batin yang sangat berharga kepada pembaca. Sastra dapat memberikan makna terhadap eksistensi manusia serta dapat memberikan jalan kepada kebenaran dengan cara mengungkap tabir rahasia hidup dan liku-liku kejiwaan (psikologi) manusia. Di samping itu, Sastra dapat pula berfungsi sebagai hiburan dan pengisi waktu luang. Karena itu, Sastra tidak hadir dengan begitu saja, tetapi keberadaannya memberikan andil dalam masyarakat.

Banyak persoalan dan peristiwa yang terdapat dalam sastra (novel) yang dapat menambah pengalaman dan pengetahuan pembacanya. Peristiwa itu sebagai bagian dari penciptaan karya sastra, misalnya: watak pelaku, suasana yang digambarkan, adanya puncak masalah (klimaks), serta ketegangan yang mengakibatkan terjadinya konflik. N.H. Dini dengan gaya mengarang yang sederhana menggunakan gambaran suatu peristiwa dengan goresan yang sangat halus dan memikat.

Prosa flksi seperti novel merupakan suatu karya imajinasi yang sangat subjektif. Prosa fiksi cenderung mendayagunakan gaya penceritaan yang merupakan salah satu unsur yang sangat penting dan tidak boleh diabaikan. Di dalamnya menggambarkan segala aspek dan sendi kehidupan umat manusia yang sebagian dengan pendapat yang dikemukakan oleh Wellek dan Austin (1989:109), sebagai berikut :

“Sastra menyajikan kehidupan, dan kehidupan sebagian besar terdiri dari kenyataan sosial, walaupun karya sastra juga meniru alam dan dunia subjektif manusia.”

Walaupun novel N.H. Dini sering dicetak ulang, namun tidak pernah didapatkan bertumpuk di toko buku. Sebaliknya, buku-buku inpres yang dapat dipesan dari percetakan ratusan ribu eksemplar, pada akhirnya juga bertumpuk di toko atau di perpustakaan dengan label milik negara (perpustakaan). Novel lebih banyak menjadi koleksi pribadi bagi penggemarnya. Hanya, sudah banyak penggemar sastra beralih ke bacaan biasa yang dikenal dengan novel populer (pop). Hal ini merupakan suatu realita dalam sastra karena karya sastra adalah suatu karya yang imajinatif sangat luas. Bahkan, hampir memasuki semua sisi kehidupan manusia di dunia sebagai karya sastra yang imajinatif sastra tidak hanya membawa pesan kepada pembacanya, tetapi juga meninggalkan pesan perasaan seseorang.

Oleh karena itu, kalau membaca karya-karya sastra hendaknya pikiran dan perasaan senantiasa terbuka, agar dapat mengenal sastra itu dari semua segi, misalnya, emosional dan keindahan (estetika), bukan karena hanya mengenai sastra secara logika. Jadi, memahami karya sastra bukan hanya yang tersurat, tetapi juga hal-hal yang tersirat. Di samping itu, kenyataan di atas juga mengisyaratkan bahwa karya-karya N.H. Dini sangat disukai masyarakat.

Dalam usaha memahami karya sastra hendaknya jangan menggunakan kacamata eksak atau yang bersifat objektif, tetapi hendaknya menggunakan kacamata yang imajinatif atau yang fiktif. Dengan cara tersebut, maker dengan mudah pembaca akan menangkap makna yang terkandung dalam karya sastra serta dapat mengetahui antara yang nyata dan yang bersifat khayalan. Dengan dasar itu, pembaca akan sanggup pula memahami ungkapan serta makna yang terdapat dalam novel. Novel sebagai suatu karya sastra sama halnya dengan karya seni lainnya, seperti cerpen yang diciptakan dari ilham yang diterima oleh pengarang. Karya sastra sangat dipengaruhi oleh tingkat daya khayal pengarang. Kemampuan seorang pengarang menggunakan teknik dan gaya penceritaan sangat mempengaruhi daya tank seseorang untuk membaca karya sastra, baik itu untuk pengetahuan umum, sebagai hiburan, atau mengisi waktu luang. Oleh karena itu, dapat dipastikan bahwa gaya penceritaan memainkan peranan yang sangat penting dalam sebuah karya sastra.

Kembali pembaca menyinggung N.H. Dini dengan kepiawaiannya mampu menjadi seorang penulis ternama di antara sederatan penulis besar lainnya. Salah satu karyanya yang patut diperhitungkan oleh penikmat sastra adalah “Tirai Menurun”. Karya ini adalah karya yang sangat laris dan sudah lama beredar di masyarakat. karya ini termasuk salah satu karya yang bermutu tinggi karena sampai hari ini, ia tetap dibaca dan dinikmati banyak orang. Dengan bertitik tolak dari pandangan di atas yang menekankan pentingnya peranan gaya penceritaan dalam penentuan kesuksesan sebuah karya sastra dan dari ilustrasi di atas secara keseluruhan, penulis melakukan penelitian dengan judul Analisis Gayer Penceritaan dalam novel Tirai Menurun Karya N.H. Dini.

B.   Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, berikut dirumuskan masalah yang akan diteliti dalam penelitian ini, yaitu : Bagaimanakah gaya penceritaan yang digunakan dalam novel “Tirai Menurun” karya N.H. Dini?

C.   Tujuan Penelitian

Pada dasarnya penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jawaban atas masalah yang telah dirumuskan di atas. Namun, untuk lebih jelasnya, akan disebutkan tujuan dari penelitian ini, yaitu: Untuk mendeskripsikan gaya penceritaan yang digunakan dalam novel “Tirai Menurun” karya N.H. Dini.

D.   Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini dapat bermanfaat untuk :

  1. Menambah wawasan peneliti sesuai dengan kajian ilmu yang digelutinya;
  2. Membantu pembaca karya sastra dalam mengenal gaya penceritaan N.H. Dini;
  3. Untuk mengembangkan pengkajian karya sastra;
  4. Memberikan sumbangan pemikiran terhadap peneliti berikutnya.
Iklan

Comments are disabled.

%d blogger menyukai ini: