ANALISIS PEMAKAIAN PRONOMINA INTERMINATIVA BAHASA INDONESIA DALAM HARIAN FAJAR

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Bahasa merupakan unsur yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Bahasa dipergunakan untuk mengutarakan dan menerima pikiran dan perasaan manusia. Sebagian besar kegiatan manusia melibatkan penggunaan bahasa, sehingga wajarlah apabila setiap manusia berusaha untuk mengerti dan memahami bahasa dengan baik dan benar.

Tjiptadi dan Negoro, (1983:1) mengemukakan bahwa” Bahasa ialah alat untuk menyampaikan pikiran dan perasaan seseorang kepada orang lain. Dengan demikian, bahasa terjadi antara dua belah pihak yaitu pihak yang menyampaikan pikiran dan perasaan itu”.

Dengan demikian, bahasa dapat diartikan sebagai alat yang ampuh amok, menyatakan maksud, pikiran, dan perasaan kepada orang lain. Begitu akrabnya bahasa dengan manusia, sehingga manusia cendrung menganggap bahwa bahasa merupakan sesuatu hal yang biasa-biasa saja. Oleh karena itu, banyak orang kurang memahami hakikat bahasa, bahkan tidak menyadari pentingnya bahasa dalam kehidupan sosial. Padahal fungsi bahasa adalah sebagai sarana komunikasi vital dalam manusia dan mahluk lainnya. Bahasa sebagai instrumental, regulasi, representasional, personal, heuristik, intraksional, dan imaginative.

Maju mundurnya suatu bahasa bergantung pada setiap pemakai bahasa pemakaian bahasa bergantung pada kemampuan seseorang dalam mengolah bahasanya sehingga menjadi bahasa yang baku dan penyusunannya tetap gramatikal.

Harian Fajar adalah sebuah koran terbesar di bagian timur Indonesia

diharapkan menjadi contoh dan pelopor dalam penulisan kaidah-kaidah Indonesia yang baik dan benar, agar berita-berita yang disuguhkan kepada masyarakat, tidak semata-mata untuk menarik minat pembaca saja melainkan juga membina masyarakat dalam pengaturan tata tulis yang benar. Walaupun dalam bidang jurnalistik, kebakuan suatu bahasa mungkin. bukanlah merupakan suatu keharusan yang harus dipedomani.

Harian Fajar terbitan 9 Februari 2000 dalam kolom tajuk, diberitakan

mengenai “Anarkisme dan Idealisme berkebahasaan dalam dunia pers”. Dijelaskan bahwa dalam era reformasi membuka ruang gerak dan peluang amat luas bagi pers nasional untuk mewujudkan apa yang menjadi tujuan perjuangannya, namun para jurnalis tidak lepas dari ketentuan atau undang-undang pers.

Bila dikaitkan dengan fungsi bahasa yang imaginatif, maka para jurnalis tidak terlepas dari fungsi tersebut untuk menerbitkan sebuah berita yang sifatnya gramatikal atau tidak itu bergantung pada penulisnya. Hal ini pun dapat di lihat pada pemakaian pronomina interminativa kata suatu, sesuatu, seorang dan seseorang bahasa Indonesia yang sering pembaca jumpai dalam pemakaiannya. Para penutur atau pemakai bahasa terkadang tidak mengetahui penggunaan secara tepat.

Secara gramatik bentuk sesuatu dan seseorang dapat berdiri sendiri atau menduduki (mengisi) fungsi atau gatra kalimat (subjek atau objek), sedangkan kata suatu dan seorang tidak dapat berdiri sendiri. Kata suatu dan seorang dimasukkan kedalam kelompok kata penggolong benda yang belum tentu, sedangkan kata sesuatu dan seseorang, merupakan pengganti suatu benda yang belum di ketahui.

Ditemukan pemakaian kata suatu, sesuatu, seorang dan seseorang yang tidak lagi melihat adanya penggunaan secara tepat, akibatnya banyak pemakaian kata suatu, sesuatu, seorang dan seseorang yang tidak sesuai dengan sifat dan fungsi yang dimilikinya. Banyak kalimat yang seharusnya menggunakan kata ganti suatu, tetapi yang digunakan kata ganti sesuatu. Begitupula penggunaan kata seorang dan seseorang.

Dengan adanya kekeliruan seperti itu, maka penulis mencoba mengkaji perilaku kata-kata seperti suatu, sesuatu, seorang dan seseorang dalam Harian Fajar, agar para penutur atau pemakai bahasa Indonesia dapat mengetahui penggunaan pronomina interminativa dalam Harian Fajar secara tepat.

B.   Rumusan Masalah

Masalah pemakaian pronomina interminativa, kata suatu, sesuatu, seorang dan seseorang dalam bahasa Indonesia dalam bidang jurnalistik bukanlah masalah yang sederhana, melainkan sangat lugs dan kompleks. Oleh karena penulis akan mengemukakan beberapa permasalahan sebagai berikut :

  1. Bagaimana penggunaan pronomina interminativa bahasa Indonesia dalam Harian Fajar ditinjau dari segi preskriptif.
  2. Bagaimana perilaku sintaksis pronatnina interminativa bahasa Indonesia dalam Harian Fajar?
  3. Untuk mengetahui penggunaan pronomina interminativa bahasa Indonesia dalam surat kabar Harian Fajar ditinjau dari segi preskriptif.
  4. Untuk mengetahui perilaku sintaksis pronomina interminativa bahasa Indonesia dalam surat kabar Harian Fajar.

C.   Tujuan Penelitian

D.   Manfaat Penelitian

  1. Untuk memudahkan pembaca agar dapat memahami pemakaian pronomina interminativa bahasa Indonesia khususnya dalam bidang jurnalistik;
  2. Sebagai masukan dan bahan perbandingan bagi peneliti-peneliti ilmiah lainnya serta merupakan tambahan karya ilmiah yang dapat dijadikan sebagai sumber acuan dalam penelitian.

Iklan

Comments are disabled.

%d blogger menyukai ini: