Gambaran Fenomena Sosial Dalam Novel Berita Dari Pinggiran (Suatu Pendekatan Sosiologi)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Karya sastra sebagai pencerminan sistem ide dan sistem nilai menggambarkan tentang hal yang ditolak dan hal yang diterima, bahkan sastra menjadi objek penelitian yang dilakukan oleh anggota masyarakat (Semi, 1989:55). Adapun karya fiksi dalam bentuk proses terbagi atas tiga jenis yakni : novel, cerita pendek, dan novelet ( Soemardjo,1979: 8).

Karya sastra bukan mencatat kehidupan sehari-hari, melainkan menafsirkan kehidupan itu, memberi arti terhadap kehidupan itu, agar kehidupan lebih berharga dan lebih memanusiawikan manusia (Soemardjo, 1997:80). Dan kehidupan sehari-hari ditinjau oleh sastrawan dan diberi makna agar pembaca kelak, setelah membaca karya sastra dapat kembali ke kehidupan sehari-hari dengan pandangan baru terhadap kehidupan. Jadi dapat disimpulkan bahwa salah satu karya sastra bermutu apabila karya sastra itu lahir dari kepekaan pengarang dalam menangkap gejolak sosial yang terjadi di sekeliling sastrawan.

Novel atau cerpen sebagai salah satu “gender” sastra prosa senantiasa menyajikan kehidupan dan “kehidupan” itu sebagian terdiri atas kenyataan sosial, walaupun karya sastra itu juga “meniru” alam dunia subjektif manusia (Wellek dan Werren, 1993:109). Karya sastra berbentuk sebagai pengungkapan baku dari apa yang disaksikan orang (pengarang) dalam kehidupan, apa yang telah dialami orang tentang kehidupan, apa yang telah direnungkan, dan dirasakan orang mengenai segi-segi kehidupan yang paling menarik untuk diredupsi dalam memiliki arti dan daya estetis.

Karya-karya Toha Mohtar yang berupa novel banyak bercerita mengenai kehidupan masyarakat bawah, baik yang berada di perkotaan maupun di desa. Alasan penulis memilih salah satu karya Toha Mohtar yaitu novel Berita dari Pinggiran karena penulis menemukan sejumlah gambaran fenomena sosial yang kompleks terjadi di masyarakat kota-kota besar. Problematika hidup yang digambarkan oleh Toha Mohtar dalam novelnya ini adalah peristiwa yang terjadi di masyarakat. Tema-tema cerita yang diangkatnya dapat membuka mata dan memberikan informasi sejumlah masalah yang terjadi di kota besar seperti Jakarta. Cerita berlatar masyarakat Betawi yang memang telah menambah ke mana-mana.

Setiap pengarang memiliki ciri yang berbeda dalam penaungan ide tentang kehidupan. Toha Mohtar umpamanya dalam novel Berita dari Pinggiran inipun, berbicara tentang dua unsur kelas masyarakat yakni kelas masyarakat atas dan kelas masyarakat bawah.

Toha Mohtar dalam novelnya menceritakan orang kecil atau masyarakat kelas bawah dalam kehidupan masyarakat juga berbeda-beda seperti yang dijumpai. Masyarakat bawah dalam novel ini ternyata menyimpan daya hidup dan wawasan yang melompati batasan-batasan fisik lingkungannya. Itulah dunia Salmeh, seorang janda muda dan itu pula dunia bang Maing, seorang tua yang kenyang pengalaman namun buta huruf sehingga tidak paham akan kelicikan bisnis tanah orang kota.

Kelas masyarakat atas dalam novel disimbolkan oleh kehidupan keluarga Pak Lurah Mucharom dan sang istri, serta ibu Luluk, seorang pengusaha muda yang membeli tanah orang-orang kampung. Dalam kehidupan tokoh ini terlihat, dalam mencapai kelas masyarakat atas kadang-­kadang seseorang menempuh cara kotor dan licik tanpa menghiraukan dampak yang ia perbuat terhadap orang lain.

Dalam novel Berita dari Pinggiran, kehadiran dua unsur kelas tersebut dalam realitas kehidupan sosialnya cenderung berlawanan. Terlihat pada batas tertentu, kehadiran masyarakat kelas bawah adalah tak lebih dan sebuah pemanfaatan masyarakat kelas atas.

Kehadiran dua unsur tersebut dinilai, sebagai dua kelompok masyarakat yang dalam perjalanan kehidupannya, masyarakat atas sering semena-mena memaksakan kehendak kepada masyarakat bawah.

Toha Mohtar sebagai seorang sastrawan yang memiliki gaya yang khas dalam berkarya, menuliskan fenomena-fenomena sosial kemasyarakatan itu di dalam karyanya. Seperti juga dalam novel Berita dan Pinggiran, merupakan fenomena sosial yang terjadi di negara Indonesia.

Melalui hasil perenungan dan pengamatan yang dituangkan dalam bentuk karya imajinatif yang sangat menarik.

Dari uraian tersebut dan setelah membaca novel karya Toha Mohtar, penulis akan menggambarkan fenomena sosial dalam karya sastra dengan menghubungkan dengan kejadian yang terdapat di luar karya sastra, dengan menggunakan pendekatan sosiologis. Hartoka dalam bukunya “Pemandu di Dunia Sastra” (1989:29), menyatakan bahwa pendekatan sosiologis adalah menafsirkan teks sosiologis, menganalisis gambaran tentang dunia dan masyarakat dalam sebuah karya sastra. Sejauh mana gambaran itu serasa menyimpang dari kenyataan.

Dengan demikian dapat meneliti fungsi mana yang dominan dalam karya atau teks (hiburan, informasi, atau sosialisasi). Maka dapat dilacak peranan sastra dalam masyarakat.

B. Rumusan Masalah

Dari berbagai gambaran fenomena sosial dalam novel tersebut, maka masalah yang disajikan sebagai fokus kajian penulis dapat dirumuskan sebagai berikut :

  1. Bagaimana gambaran fenomena sosial dalam novel Berita dari Pinggiran?
  2. Bagaimana sikap dan prilaku tokoh dalam novel Berita dari Pinggiran menghadapi fenomena sosial itu?

C. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan memberikan informasi tentang gambaran fenomena sosial yang terjadi dalam masyarakat berupa kelicikan kesewenang-wenangan, keserakahan, dan kebobrokan moral yang terdapat dalam novel Berita dari Pinggiran. Dan menjelaskan sikap dan prilaku para tokohnya dalam menghadapi fenomena sosial yang serba kompleks.

D. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian yang akan dicapai tentu diharapkan dapat memberikan manfaat baik terhadap lingkungan akademik, maupun masyarakat umum. Adapun manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Memberikan manfaat bagi pengembangan disiplin ilmu humaniora, khususnya objek dan pendekatan yang relevan.
  2. Bermanfaat bagi peneliti selanjutnya yang mengkaji karya sastra dengan objek dan pendekatan yang relevan.
  3. Meningkatkan kadar apresiasi masyarakat terhadap karya sastra khususnya novel.
  4. Sebagai salah satu bahan referensi bagi peneliti selanjutnya.

Comments are disabled.

%d blogger menyukai ini: