HUBUNGAN KONDISI JAMBAN KELUARGA DAN SARANA AIR BERSIH DENGAN KEJADIAN PENYAKIT DIARE DIKELURAHAN WUA – WUA KECAMATAN BARUGA

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A. Latar Belakang

Berdasarkan kajian dan analisis dari beberapa survei yang dilakukan angka kesakitan diare pada semua golongan umur pada saat ini adalah 280/1000 penduduk. Pada golongan balita episode diare adalah 1,5 kali pertahun.

Jika dilihat angka kematian yang berdasarkan hasil survei kesehatan rumah tangga (SKRT 1995) bila diproyeksikan pada penduduk Indonesia setiap tahunnya terdapat 112.000 kematian. Pada semua golongan umur (54/100.000 penduduk) pada Balita terjadi 55.000 kematian (2,5 / 1000 Balita).

Penyakit diare juga sering menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) dengan frekuensi dan kematian yang cukup tinggi yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat dan berdampak pada sektor-sektor lain.

Selama Repelita VI, rata-rata setiap tahunnya terjadi 127 KLB Diare dengan CFR (Case Falahty, Rate) antara 1-3,8 %. Hal ini tersebut terjadi karena di pengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain faktor lingkungan, gizi, kependudukan, pendidikan sosial, ekonomi dan prilaku masyarakat.

Dalam upaya mencapai visi Indonesia sehat 2010, sebagai pengejawantahan paradigma sehat maka program secara paripurna dan profesional. Depkes RI, P2M & PLP, Jakarta 2000.

Saat ini angka kesakitan dan kematian yang disebabkan oleh penyakit yang berbasis pada lingkungan seperti ISPA, penyakit kulit dan diare masih merupakan penyakit menonjol dalam 20 besar, dan khusus penyakit diare untuk tingkat Kecamatan Baruga menempati urutan ke-3 penyakit di Kota Kendari, oleh karena itu pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Kesehatan telah menetapkan upaya program kesehatan khususnya menurunkan angka kejadian penyakit diare menjadi 1/1000 jiwa. (Renstra Pembangunan Kesehatan Kota Kendari Tahun 2002-2006).

Pada tahun 2002 jumlah penderita penyakit diare di Kota Kendari mengalami peningkatan dimana dari 205.119 jumlah penduduk, terjadi 5.876 penderita. Jika dibanding dengan jumlah penderita pada tahun 2001 sebanyak 5.168 penderita dari 204.239 jumlah penduduk pada saat itu. Di Kecamatan Baruga, pada tahun 2002 terdapat 1.007 kasus diare atau terjadi peningkatan sebanyak 87 kasus dari tahun 2001 yang berjumlah 920 kasus

(Laporan Tahunan Dinas Kesehatan Kota Kendari Tahun 2002)

Kejadian diare sangat erat hubungannya dengan kondisi jamban keluarga dan air bersih yang tidak memenuhi syarat kesehatan di Kelurahan Wua-Wua. Berdasarkan data sarana air bersih dan jamban keluarga di Kelurahan Wua-Wua Kecamatan Baruga Kota Kendari tahun 2002 cakupan jamban sebesar 43% dan cakupan air bersih sebesar 50% dari cakupan tersebut 32% diperoleh dari sumur gali (data Puskesmas Perumnas tahun 2002).

Salah satu wilayah kerja puskesmas perumnas yang mencapai insiden rate tertinggi adalah Kelurahan Wua-Wua dengan jumlah penderita diare 533 Penderita  32 % dari jumlah penduduk kelurahan Wua-Wua sebanyak 1659 K K atau 7240 jiwa. (laporan tahunan Dinkes Kota Kendari tahun 2002).

Sehubungan dengan penderita diare di Kelurahan Wua-Wua tahun 2002 cakupan jaga sebanyak  70 % dari 909 rumah termasuk yang memenuhi syarat 69,3% yang tidak memenuhi syarat 30,7 % sedangkan jumlah sarana air bersih sebanyak 780 buah terdiri dari PDAM 721 buah, sumur gali 46 buah dan sumur boor 3 buah dengan jumlah cakupan 85% yang memenuhi syarat 80 %  yang tidak memenuhi syarat 20 % (Data Puskesmas Perumnas Tahun 2002) data tersebut dapat diketahui cakupan jaga dan SAB masih belum terpenuhi atau dibawah standar.

Adapun cakupan jaga secara nasional untuk daerah perkotaan yaitu 79 % dan untuk daerah pedesaan 49% (Depkes, 1998) cakupan sarana air bersih secara maksimal untuk daerah perkotaan yaitu 100 % dan untuk pedesaan 80 %.

B.  Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian diatas maka dapatlah dirumuskan masalah sebagai berikut

  1. Adakah hubungan antara kondisi jamban keluarga dengan kejadian penyakit diare di Kelurahan Wua-Wua Kecamatan Baruga Kota Kendari ?.
  2. Adakah Hubungan antara kondisi sarana air bersih dengan kejadian penyakit diare di Kelurahan Wua-Wua Kecamatan Baruga Kota Kendari.  ?

C.  Tujuan Penelitian

1.   Tujuan Umum

Untuk mengetahui hubungan keadaan jamban keluarga dan ketersediaan sarana air bersih dengan kejadian penyakit diare di Kelurahan Wua-Wua Kecamatan Baruga Kota  Kendari.

  1. Tujuan Khusus
  2. Untuk megetahui hubungan antara kondisi jamban keluarga dengan kejadiaan penyakit diare di Kelurahan Wua-Wua Kecamatan Baruga.
  3. Untuk megetahui hubungan antara kondisi sarana air bersih dengan kejadian penyakit diare di Kelurahan Wua-Wua Kecamatan Baruga.
    1. Manfaat Ilmiah

D.   Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khasanah ilmiah, yaitu pengetahuan tentang teori dan konsep dan upaya pencegahan penyakit diare.

  1. Manfaat Praktis

Hasil penelitian ini dapat membuahkan pokok-pokok pikiran yang kemudian dapat dikembangkan dan disumbangkan untuk menurunkan angka kematian karena penyakit diare.

  1. Manfaat Bagi Institusi

Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu sumber informasi yang akurat dalam menyebarkan informasi dan dapat dikembangkan bagi peneliti selanjutnya.

  1. Manfaat Bagi Peneliti

Penelitian ini merupakan pengalaman berharga dalam upaya menambah wawasan dan ilmu pengetahuan tentang hal-hal yang berhubungan dengan kejadian penyakit diare, disamping sebagai syarat dalam menyelesaikan pendidikan untuk memperoleh gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) pada Fakultas Kesehatan Masyarakat  Universitas Hasanuddin.

About these ads

Comments are disabled.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: