KEMAMPUAN SISWA KELAS I SLTP NEGERI 3 WONOMULYO MENENTUKAN KALIMAT LANGSUNG DALAM CERITA PENDEK DESA TANTANGAN KARYA WIDI PURWANTO

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pada umumnya karangan dipandang sebagai suatu perbuatan atau kegiatan komunikatif antara penulis dan pembaca berdasarkan teks yang telah dihasilkan. Karangan menjadi suatu alat untuk menyelidiki persoalan-persoalan dan merupakan sarana untuk menghasilkan pengetahuan baru selama proses tersebut. Maka pemakaian bahasa secara demikian membuat tulisan/karangan menjadi suatu alat kognitif (dapat menyampaikan ilmu pengetahuan). karangan yang dapat memberikan sumber ilmu pengetahuan misalnya cerpen, novel, dan sebagainya.

Cerpen merupakan salah satu sumber ilmu pengetahuan bagi siswa atau pembaca Salah satu contoh cerpen tersebut adalah cerpen Desa Tantangan karya Widi Punwanto. Cerpen ini merupakan hiburan, tetapi dapat pula menambah pengetahuan siswa untuk memahami kalimat langsung. Berdasarkan uraian ini sehingga peneliti tertarik untuk menyelidiki kalimat langsung yang terdapat pada cerpen Desa Tantangan karya Widi Purwanto.

Jika dilihat secara seksama sebenarnya kalimat dalam sebuah cerpen, hanya terdiri atas kalimat langsung dan kalimat tidak langsung. Kalimat yang merupakan ciri cerpen adalah adanya percakapan antara tokoh-tokohnya. Percakapan tersebut ditandai atau biasanya dimulai dengan tanda petik dua (“…”). Oleh karena itu, dalam sebuah cerpen siswa akan menemukan kalimat langsung yang jumlahnya sangat banyak (Desa Tantangan). Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk meneliti cerpen karya Widi Purwanto ini.

Salah satu cara untuk mengenalkan kalimat langsung kepada siswa adalah dengan cara memberikan cerpen, novel, atau roman. Dalam karya sastra seperti ini banyak sekali kalimat yang merupakan kalimat langsung. Kalimat langsung tersebut dijumpai mulai dari awal cerpen sampai akhir cerpen. Dengan demikian, siswa dapat menemukan kalimat langsung dalam jumlah yang banyak, dibanding dengan cara guru memberikan contoh secara langsung. Apabila siswa sudah menemukan kalimat langsung dalam cerpen, berarti siswa diharapkan sudah dapat memahami materi kalimat langsung.

Atasan sehingga. peneliti tertarik menyelidiki kelas I sebagai objek yang akan diteliti adalah adanya materi kalimat langsung pada kelas I.  Di samping itu, peneliti adalah guru pengajar bidang studi bahasa Indonesia di SLTP Negeri Wonomulyo Kabupaten Polman.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah yang akan diangkat dalam penelitian ini adalah : Bagaimanakah kemampuan siswa kelas I SLTP Negeri 3 Wonomulyo menentukan kalimat langsung dalam cerita pendek Desa Tantangan karya  Widi Purwanto ?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan siswa kelas I SLTP Negeri 3 Wonomulyo menentukan kalimat langsung dalam cerita pendek Desa Tantangan karya Widi Purwanto.

D. Manfaat Hasil Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan siswa atau mempermudah siswa mempelajari materi kalimat langsung. Hal ini disebabkan mereka menemukan kalimat langsung dalam cerpen dengan jumlah yang banyak, sehingga mereka berpikir bahwa semua yang langsung diucapkan dalam kalimat tersebut adalah kalimat langsung.
  2. Siswa dapat mengingat materi pelajaran bahkan mempelajarinya diluar jam sekolah. Misalnya, di rumah mereka membaca majalah yang memuat cerpen. Secara tersirat mereka mengetahui (belajar kembali) yang disebut dengan kalimat langsung.
  3. Penelitian ini dapat dijadikan acuan atau perbandingan bagi mahasiswa atau pihak lain yang ingin melakukan penelitian sejenis.


Iklan

Comments are disabled.

%d blogger menyukai ini: