Pemakaian Kalimat Inversi Dalam Novel “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” Karya Hamka

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Bahasa merupakan alat yang sangat penting dalam kehidupan manusia sehari- hari. Setiap kegiatan manusia tidak terlepas dari bahasa; bahasa juga dipergunakan untuk menanggapi apa yang terjadi di alam sekitar atau peristiwa yang terjadi.

Bahasa sebagai alat komunikasi merupakan bagian yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Untuk berkomunikasi dengan sesama anggota masyarakat, kehadiran bahasa yang komunikatif akan menunjang tujuan yang hendak dicapai secara cepat. Bahasa yang komunikatif adalah bahasa yang dapat dipakai untuk menyatakan pikiran dan perasaan kepada masyarakat pemakainya. Tanpa bahasa, komunikasi atau hubungan antar manusia tidak dapat berlangsung dengan baik. Komunikasi dapat tercapai apabila pemakai bahasa mampu menggunakan kalimat – kalimat yang baik dan benar.

Untuk menggunakan kalimat yang baik dan benar perlu pemahaman mengenai kaidah-kaidahnya sesuai tata bahasa yang berlaku. Dalam tata bahasa dikenal sebagai suatu ilmu yang di dalamnya terdapat kumpulan kaidah, aturan, atau pedoman sistem berbahasa; baik sistem bunyi, sistem bentuk kata atau kalimat, maupun maknanya.

Penelitian tentang kalimat pernah dilaksanakan Rokhmah 1994 di kota Ujung Pandang. Hal yang sama pernah Ambo Endre 1993 di Minasa Tene. Akan ini membahas masalah kemampuan siswa kalimat tunggal menjadi kalimat majemuk, akan penulis kaji lebih jauh adalah kalimat dalam kalimat tunggal dan kalimat inversi dalam majemuk. Alasan lain dilakukannya penelitian ini bahwa kalimat inversi adalah bagian dari kalimat, sedangkan kalimat adalah pembentuk tuturan. Kita berkomunikasi melalui kalimat, karena kalimatlah yang dapat menyampaikan pikiran dan perasaan manusia secara utuh. Di samping itu, kalimat merupakan salah satu sub pokok bahasan yang tercantum dalam kurikulum SMA.

Dengan demikian, masalah kalimat, khususnya inversi, perlu dijadikan kajian tersendiri.

B. Rumusan Masalah

Seperti yang telah dikemukakan pada latar belakang bahwa bahasa sebagai alat komunikasi sangat penting dalam kehidupan pemahaman terhadap kaidah-kaidah bahasa. Kalimat adalah salah satu aspek pembahasan dan memerlukan pemahaman yang luas banyaknya kalimat, maka penulis hanya pemakaian kalimat inversi dalam novel “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” karya Hamka. Hal ini menimbulkan masalah sebagai berikut.

  1. Apakah kalimat inversi dapat ditemukan pada kalimat tunggal dan kalimat majemuk dalam novel “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” ?
  2. Bagaimana pola kalimat          inversi            dalam novel “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” ?
    1. mendapatkan jenis kalimat inversi dalam novel “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck”;
    2. mendapatkan gambaran tentang pola kalimat inversi dalam novel “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck”.

C. Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini, adalah :

D. Manfaat

Sejalan dengan tujuan di atas maka manfaat yang bisa diperoleh dari hasil penelitian ini adalah :

  1. Memperoleh gambaran tentang kalimat-kalimat inversi dalam novel “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck”,
  2. Memperoleh deskripsi tentang pola-pola kalimat inversi dalam novel “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck”,
  3. Dapat memberi konstribusi di dalam perkembangan ilmu kesusasteraan Indonesia.

Comments are disabled.

%d blogger menyukai ini: