STUDI TENTANG SANITASI LINGKUNGAN HOTEL KELAS MELATI KOTA KENDARI TAHUN 2003

BAB  I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Dewasa ini pemerintah telah berusaha meningkatkan pendapatan negara pada sektor non migas. Sejalan dengan itu, pemerintah terus melaksanakan pembangunan di berbagai sektor antara lain sektor pertanian, industri dan pariwisata.

Pembangunan sektor pariwisata merupakan bagian dari pembangunan nasional yang terkait dengan pembangunan sektor-sektor lainnya yang terus di upayakan peningkatan dan pengembangannya sebagai salah satu sektor yang dapat diandalkan dalam perolehan devisa.

Sejalan dengan perkembangan pembangunan pada umumnya maka dunia usaha ikut berkembang pula. Konsekuensi dari meningkatnya usaha ini lahirlah persaingan yang semakin ketat, sehingga tiap-tiap perusahaan dituntut untuk mampu menciptakan keunggulan-keunggulan dalam bersaing. Sebab jika tidak maka perusahaan tersebut akan tersungkur dari persaingan-persaingan yang semakin ketat dalam menghadapi otonomi daerah.

Pariwisata sebagai salah satu sektor andalan yang terpenting bagi penerimaan devisa non migas sejak dekade  terakhir diperkirakan memberikan sumbangan sekitar 15 % dari penerimaan devisa negara dengan jumlah wisatawan mancanegara yang diproyesikan pada tahun 1997 sebanyak 5 juta orang pengunjung. (http://www/badung.go.id)

Hal ini dapat memperluas kesempatan kerja dan berusaha mendorong pembangunan daerah, peningkatan kegiatan ekonomi, memperkenalkan alam dan nilai budaya serta memupuk rasa cinta tanah air.

Sejalan dengan hal tersebut maka kebutuhan akan jasa perhotelan akan semakin meningkat dan penting, seiring dengan peningkatan arus wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Perkembangan usaha perhotelan di daerah dipengaruhi oleh perkembangan kota dan mobilitas masyarakat. Hal ini menyebabkan dibutuhkannya tempat penginapan yang cukup memadai baik dari segi fasilitas pelayanan, transportasi yang lancar, kenyamanan lingkungan serta didukung oleh masyarakat yang ramah dan peduli terhadap lingkungan.

Di daerah Sulawesi Tenggara pelaksanaan pembangunan dan pengembangan sektor pariwisata khususnya sub sektor perhotelan terus di galakkan dalam upaya pengembangan kawasan obyek wisata dan juga dalam upaya pemerintah daerah Sulawesi Tenggara dalam penambahan pendapatan daerah dan ikut menyukseskan kepariwisataan nasional.

Jasa pelayanan hotel disamping mempunyai dampak positif sebagai tempat istirahat yang baik dan kesenangan hidup juga dapat menimbulkan dampak terhadap masalah kesehatan masyarakat.

Di Kota Kendari terdapat 45 buah hotel yang berklasifikasi melati. Dari 45 buah yang terdaftar dan telah diperiksa yang memenuhi syarat sebanyak 23 (51,11 %) buah hotel sedangkan yang tidak memenuhi syarat sebanyak 22   (48,89 %) buah hotel (Dinas Kesehatan Kota Kendari, tahun 2002).

Mengingat pentingnya perlindungan masyarakat terhadap gangguan disebabkan oleh hotel baik sebagai tempat tinggal untuk menyediakan jasa pelayanan maupun sebagai tempat umum maka persyaratan sanitasi hotel harus mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia  No.80 / MENKES / PER / II / 1990 tentang Persyaratan Kesehatan Hotel.

Adapun yang menjadi ruang lingkup fasilitas sanitasi pada penulisan ini adalah Penyediaan Air Bersih, Pembuangan Air Limbah, Pengelolaan Sampah, serta Sarana Jamban.

Kondisi hotel yang tidak memenuhi syarat kemungkinan dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain : pendidikan, pengetahuan, sikap, pembinaan Dinas Kesehatan, ketersediaan dana dan manajemen.

Dengan memperhatikan kondisi hotel kelas melati di kota Kendari, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul studi tentang Sanitasi Lingkungan Hotel Kelas Melati  Kota Kendari tahun 2003.

B.     Batasan Penelitian

Melihat luasnya ruang lingkup masalah sanitasi hotel, maka penulis membatasi penelitian ini pada masalah sanitasi lingkungan hotel meliputi Penyediaan Air Bersih, Pembuangan Air Limbah, Pengelolaan Sampah dan Sarana Jamban pada hotel kelas melati.

C.    Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah pada penelitian ini adalah :

  1. Apakah  sarana  penyediaan  air  bersih  pada hotel kelas melati di Kota Kendari telah  sesuai dengan   Peraturan  Menteri  Kesehatan  Republik  Indonesia No. 80   / MENKES / PER / II / 1990 ?
  2. Apakah  sarana pembuangan air limbah pada hotel kelas melati di Kota Kendari telah sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 80   / MENKES / PER / II / 1990 ?
  3. Apakah sarana pengelolaan sampah pada hotel kelas melati di kota Kendari telah sesuai dengan  Peraturan  Menteri  Kesehatan  Republik Indonesia No. 80   / MENKES / PER / II / 1990 ?
  4. Apakah   sarana   jamban  pada   hotel  kelas  melati  di Kota  Kendari  telah   sesuai   dengan  Peraturan  Menteri  Kesehatan  Republik  Indonesia  No. 80/MENKES/PER/II/1990 ?

D.    Tujuan Penelitian

1.  Tujuan Umum

Untuk memperoleh informasi tentang gambaran sanitasi lingkungan pada hotel kelas melati di Kota Kendari tahun 2003.

2.  Tujuan Khusus

  1. Untuk memperoleh gambaran tentang sarana penyediaan air bersih pada hotel kelas melati di Kota Kendari.
  2. Untuk memperoleh gambaran tentang sarana pembuangan air limbah pada hotel kelas melati di Kota Kendari.
  3. Untuk memperoleh gambaran tentang sarana pengelolaan sampah pada hotel kelas melati di Kota Kendari.
  4. Untuk memperoleh gambaran tentang sarana jamban pada hotel kelas melati di Kota Kendari

E.     Manfaat Penelitian

  1. Sebagai sumber informasi kepada pemerintah daerah setempat dalam upaya pengawasan sanitasi tempat-tempat umum, khususnya hotel.
  2. Sebagai bahan informasi bagi pemilik/pengelola hotel yang menjadi obyek penelitian dalam pengelolaan sanitasi agar dapat memenuhi syarat kesehatan.
  3. Sebagai bahan perbandingan bagi peneliti lainnya yang berhubungan dengan sanitasi lingkungan hotel.
  4. Sebagai pengalaman berharga bagi penulis dalam upaya menerapkan ilmu yang diperoleh selama mengikuti perkuliahan di Jurusan Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin melalui penelitian lapangan.

Comments are disabled.

%d blogger menyukai ini: