Tag Archives: Phyllanthus niruri L

FARMASI UJI DAYA HAMBAT INFUS MENIRAN (Phyllanthus niruri L.) TERHADAP BAKTERI Salmonella typhi

BAB  I

PENDAHULUAN

Demam tifoid adalah penyakit demam akut yang terjadi karena infeksi pada usus halus yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Tifoid berasal dari bahasa Yunani yang berarti “smoke”, karena terjadi penguapan panas tubuh serta gangguan kesadaran disebabkan demam yang tinggi. Penularannya dapat melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh, urin atau feases manusia yang telah terinfeksi    (1, 2).

Salmonella typhi masuk ke dalam tubuh bersama makanan atau minuman yang tercemar melalui lambung, kelenjar limfoid, usus halus dan kemudian masuk ke dalam peredaran darah. Bakteri tersebut masuk ke dalam peredaran darah berlangsung singkat, terjadi 24 – 72 jam tetapi belum menimbulkan gejala. Setelah akhir masa inkubasi 120 – 216 jam bakteri tersebut melepaskan endotoksin, menyebar ke seluruh tubuh dan menimbulkan gejala demam tifoid (3, 4).

Salah satu tanaman yang digunakan oleh masyarakat di Kabupaten Gowa sebagai obat tradisional untuk demam tifoid adalah meniran (Phyllanthus niruri L., suku Euphorbiaceae) dengan cara merebus, kemudian meminum air rebusannya. Tanaman ini mudah diperoleh dan tidak mengakibatkan efek samping, serta harganya yang lebih murah dibandingkan dengan obat sintetik.

Meniran mengandung senyawa filantin dan hipofilantin, yang dapat  mencegah pertumbuhan bakteri. Di samping itu meniran mengandung senyawa flavonoid, lignan yang terdiri dari; nirfilin, filnirurin, isolintetralin, nirtetralin, dan filantustatin A, damar, tanin, serta mineral terutama kalium. Selain itu tanaman meniran dapat pula digunakan untuk diare, varises, menambah nafsu makan dan mengatasi penyakit kencing batu. (5, 6)

Permasalahan yang timbul dari uraian di atas adalah sejauh mana pengaruh infus meniran terhadap pertumbuhan bakteri penyebab demam tifoid sehingga dapat diketahui efektivitas dalam pengobatan demam tifoid. Berdasarkan permasalahan ini maka telah dilakukan penelitian mengenai uji daya hambat infus meniran dengan maksud untuk mengetahui daya hambat infus meniran terhadap bakteri penyebab demam tifoid, dan bertujuan untuk mengetahui efektivitas anti mikroba infus meniran dengan konsentrasi 5%, 10%, 15%, dan 20% b/v terhadap bakteri S. typhi.


Iklan